Tampilkan postingan dengan label KKNP SUKOHARJO. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KKNP SUKOHARJO. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 September 2015

Awal Mula KKNP 2



Beberapa minggu sebelum KKNP dilakukan, aku selalu merusuhi grup Line kelasku mengenai KKNP yang akan kami jalani. Apa lagi kalau bukan mengenai aku yang tidak bisa pulang ketika lebaran dikarenakan tiket yang mahal, lokasi bandara yang aku tidak tahu, dan pesawat tidak ada yang langsung ke Medan. Sampai teman-teman yang lainpun ikut ribut menyemangatiku, mereka mengatakan bahwa ini kesempatanku untuk mengeksplor, mencari ilmu dan pengalaman di daerah yang aku tidak tahu sama sekali. Jujur aku pun baru pertama kali mendengar daerah Sukoharjo. Ini tantangan bagiku, tinggal dan survive di daerah dan bersama orang-orang yang aku tidak tahu dan kenal sebelumnya.

            Setiap hari Papa mengusikku mengenai tiket pulang ke Medan sampai aku bosan mendengarnya dan terkadang sengaja mengacuhkannya karena aku juga tidak tahu bagaimana caranya untuk pulang ke Medan dari Sukoharjo. Aku sudah mencari di Internet, tapi aku masih tidak paham. Papa mengira aku sengaja tidak pulang ke Medan, dan malah memilih rumah temanku saat lebaran. Papa tidak tahu bahwa aku juga menangis dan bingung di sini, aku tidak menunjukkan hal ini padanya karena aku tidak mau memberatkannya. Aku pikir aku bisa, aku pikir aku sudah kuat untuk tidak pulang ke rumah saat liburan.

            Tiket kereta pulang-pergi Solo-Indramayu sudah ditangan, namun nyatanya aku tetap pulang ke Medan saat lebaran hahaha Ternyata aku tidak kuat melewatkan lebaran tanpa keluarga. Untuk detail ceritanya akan aku tulis di postingan selanjutnya. Biar kepo gitu deeeehh...
           

Awal Mula KKNP



Kali ini aku ingin bercerita mengenai kegiatan KKNP yang aku jalani beberapa waktu yang lalu. Untuk yang belum tahu apa itu KKNP, KKNP adalah singkatan dari Kuliah Kerja Nyata berbasis Profesi yang setiap tahun dilakukan oleh kampusku, IPB terhadap mahasiswa yang telah melewati semester 6 atau tingkat III. Tidak semua fakultas/departemen melakukan KKNP karena ada juga yang hanya melakukan praktik lapang dan itu dilakukan hanya beberapa minggu saja, tidak seperti KKNP yang dilakukan selama 2 bulan dipotong waktu libur lebaran.

            Lokasi KKNP sendiri banyak pilihannya, tapi terfokus di Pulau Jawa, walau ada juga KKN Kebangsaan yang diadakan di Riau, kemudian ada juga yang dilakukan di Natuna. Untuk ESL sendiri pilihannya ada 7, namun mayoritas dari kami melakukan KKNP di Garut, hal ini dikarenakan FEM merupakan host dari Garut.

            Aku sendiri memilih Sukoharjo, Jawa Tengah, dengan beberapa alasan, salah satunya adalah karena aku menyukai Jogjakarta dan Sukoharjo adalah satu-satunya lokasi KKNP yang paling dekat dengan Jogjakarta haha Aku pernah berlibur ke Jogjakarta dan banyak hal menyenangkan ada di Jogja. Hal ini membuatku berpikir jika aku KKNP di Sukoharjo maka aku bisa berlibur lagi ke sana, dan benar terjadi ^^

            Alasan lainnya karena makanan/biaya hidup di Sukoharjo lumayan murah dibandingkan lokasi KKNP lainnya. Kedua alasan ini membuatku memilih Sukoharjo sebagai lokasi KKNPku, tidak sedikitpun kupikirkan mengenai ongkos pulang ke rumah saat lebaran Idul Fitri. Saat itu aku belum tahu bahwa tidak ada pesawat Medan-Solo/Medan-Jogja ataupun sebaliknya dan bahkan lokasi bandara Solo/Jogja aku tidak tahu.

            Hingga pada akhirnya diumumkan bahwa aku terpilih sebagai salah satu mahasiswa yang akan KKNP di Sukoharjo, sebelumnya nama mahasiswa yang memilih Sukoharjo akan diseleksi lagi oleh dosen terkait. Saat aku mengetahui mengenai kondisi sebenarnya yang akan aku hadapi nanti saat KKNP seperti bahwa mahasiswa ESL yang memilih Sukoharjo akan diacak kembali sehingga tidak akan berada di satu desa, lokasi bandara Adi Soemarmo/Adi Sutjipto yang harus ditempuh dengan berbagai alat transportasi umum dari Sukoharjo, pesawat harus transit dulu dan harganya yang mahal, serta waktu liburan yang hanya seminggu, membuatku berpikir untuk pindah lokasi KKNP. Namun hal ini kuurungkan walau temanku (ESL juga) ada yang bersedia tukeran lokasi denganku karena aku telah bertemu dengan teman-teman kelompok KKNPku. Aku merasa tidak enak jika tiba-tiba harus pindah lokasi, walau sebenarnya tidak masalah, tapi aku takut merepotkan banyak pihak.

            Aku berpikir bahwa sangat sulit bagiku untuk pulang ke Medan saat libur lebaran, maka aku diajak Imet untuk berlebaran di rumahnya, di Indramayu. Imet tidak tega meninggalkanku sendirian di Sukoharjo hehehe Kebetulan aku dan Imet sama-sama KKNP di Sukoharjo. Selain aku dan Imet, ada Widi, Vera, dan Rinda yang terpilih KKNP di Sukoharjo.

            Kelompokku terdiri dari tujuh orang, yaitu Apip dari Biologi, Anik dari INTP, Siswanto dari IKK, Shofi dari Gizi, Ika dari KPM, dan Koko dari AGH. Hanya aku dan Apip yang tidak bisa bahasa Jawa di kelompok kami karena kebetulan teman kelompokku mayoritas berasal dari Jawa Timur. Jadilah aku dan Apip suka bengong, ngantuk, bingung, saat kami berkumpul dengan masyarakat. Bukan sombong atau apa, tapi karena kami tidak mengerti apa yang dibicarakan.
**

Minggu, 30 Agustus 2015

Desa Baran [PART 1]



          Tidak akan ada orang lain yang mengerti bagaimana hubungan yang telah terbangun di antara kita. Hanya kita, sang pemain yang akan mengerti betapa mengagumkannya hubungan ini. Hanya Baran, panggung yang menjadi saksi alur cerita romantis kita. Hanya sang waktu yang mengetahui benar bagaimana cerita ini dimulai dan diakhiri, dan hanya hati yang tahu benar bagaimana cinta itu tumbuh di hati kita.
          Aku tuli pada awalnya, aku tidak mengerti sama sekali apa yang mereka ucapkan. Aku bisu pada awalnya, aku tidak bisa mengobrol dengan mereka karena perbedaan bahasa yang ada. Akan tetapi, aku tidak buta. Aku bisa melihat cinta yang mereka berikan padaku.
          Aku adalah bagian dari KKN-P Baran, satu cinta yang diberikan pada salah satu dari kami, maka akan menjadi cinta untuk kami semua. Siswanto, Ika, Anik, Aku, Shofi, Apip, dan Koko. Kami adalah keluarga. Kami menyebutnya Keluarga Bencana, haha
          Jujur, sampai akhir pun aku tidak merasa attract dengan mereka, namun entah mengapa aku tetap merindukan kebersamaan kami. Setiap hari ada saja kejadian yang terjadi di rumah kosong itu, kami menyebutnya Rumah Kita.
          Ika dengan keegoisan dan kepemimpinannya, siswanto dengan tingkah centil dan gentlenya, apip dengan mulut pedas dan kepeduliannya, shofi dengan perhatian dan kepekaannya, anik dengan kekaleman dan kekocakannya, serta koko dengan title baby hueynya.         Tanpa salah satu dari kami, mungkin cinta warga Baran yang diberikan sampai sekarang tidak akan ada.
          Aku rindu Baran. Aku rindu panasnya, aku rindu sawahnya, aku rindu dinginnya, aku rindu langit malamnya, aku rindu semua yang ada di Baran. Adik-adik kecilku di sana, Ayah-Ibuku di sana, Rumahku di sana, Saudara-saudaraku di sana.
          Mungkin mereka tidak tahu bahwa kecil kemungkinanku untuk kembali ke sana. Aku hanya bisa memeluk mereka dalam doa dan memberikan cintaku melalui Sang Ilahi.
          Adik-adikku di sana, maaf jika mbak masih banyak kurangnya. Maaf kalau mbak gak bisa seperti mbak dan mas yang lain, yang lebih sabar dan perhatian, yang bisa mengerti apa yang kalian bicarakan. Maaf mbak gak bisa bantu ketika kalian punya tugas sekolah, maaf kalau mbak cuma selalu ngerusuhi kalian ketika main games, maaf kalau mbak cuma selalu bertanya tentang Imam, maaf mbak gak bisa ada di sana seperti yang kalian harapkan, maaf mbak gak bisa datang di saat kalian ngebutuhin bantuan, mbak minta maaf adik-adikku sayang. Satu yang perlu kalian tahu, mbak sayang kalian, tidak terkecuali. Baik dari kelas 1 sampai kelas 6 yang ada di SD Baran 01, mbak sayang kalian semua. Kalian yang semangat belajarnya, jangan sedih terus yaa. Kalau kangen bisa sms atau nelfon mbak, insyaallah pasti dibalas (“: NB: Riyo dan Adji, jaga adik-adiknya di sana yaa <3