Rabu, 19 Februari 2014

Rabu, 19 Februari



Alhamdulillah banget hari ini aku bisa ngerasain kebaikan dari orang-orang di sekitarku. Mulai dari Karin yang ngebangunin aku tadi pagi; Bunga yang dengan suka rela nemenin aku sarapan, walau dia sendiri udah kehilangan selera makan karena suatu hal (kkk ~); Kika yang tetap stay cool nungguin aku dan Bunga sarapan; Imet, Resti, dan yang lain yang selalu sukses bikin aku ketawa dan berhasil buat aku gak pernah merasa sendirian; Fatiya yang mau nungguin dan nemenin aku praktikum kajag di RK AGR 307 padahal dia udah isi KRS B; Fatiya dan Icha yang mau nemenin aku makan siang; Suci dan Eri yang udah nyariin aku bangku di praktikum Ekoprod; Fatiya yang mau ngajarin aku ngerjain soal Ekoprod; Suci, Linda, dan Dwi yang bikin aku ketawa sepanjang praktikum Ekoair; Kak Aiya yang udah mau nungguin aku padahal aku gak nyahut-nyahut waktu dipanggil (hahaha), jadinya aku nebeng Kak Aiya deh sampai kosan; dan masih banyak lagi mereka-mereka yang udah mau berbagi kebahagiaan denganku hari ini.

Ternyata masih banyak orang baik yang ada di sekitarku. Walau gak sedikit pula yang selalu sinis, tapi gak masalah. Selama aku masih punya mereka yang peduli, aku gak bakal pernah mikirin apa kata mereka :”)

Selasa, 18 Februari 2014

Sepi


Lantunan lagu mengalir lembut melalui sela-sela speakers laptopku. Nada yang mengalun bergantian dari ballad, rock, hip-hop, pop, etc. Hanya lagu-lagu itu yang mampu mengusir sepi kamar ini.

Sendirian di kamar dengan serentetan tugas yang harus segera diselesaikan akan membuat siapa pun mengerang kelelahan. Ya, inilah yang sedang kuhadapi saat ini.
Kewajibanku sebagai mahasiswi yang besok ada jadwal kuis serta sebagai bagian dari divisi publikasi Economic Contest 2013 membuatku bimbang harus mengerjakan yang mana terlebih dulu.

Sejujurnya, bacaan yang harus kubaca untuk persiapan kuis besok sudah kulahap habis tadi pagi. Hanya saja aku masih harus mengulang kembali sembari me-recall memory tadi pagi.

Sedangkan tugasku sebagai anggota publikasi baru kukerjakan malam ini. Tugasku adalah me-list 100 SMA sepulau Sumatera. Bisa dibayangkan bagaimana lelahnya aku saat ini? Entah sudah berapa lama aku menghadap layar laptopku dan membongkar mesin pencari di internet. Aku sudah tidak memperhatikan jam lagi saat ini karena yang ada di pikiranku hanyalah tugas ini harus segera selesai minimal setengahnya.

Ya sudah, aku harus kembali mengerjakan tugasku. Goodbye, readers. See you next time >,<

Senin, 17 Februari 2014

Sederhana


Bahagia itu sederhana. Sesederhana aku ngeliat kamu masuk ke dalam kelas dan duduk gak jauh dari bangku aku. Sama halnya dengan sedih. Sedih itu juga sederhana. Sesederhana saat kamu mulai melirik gadis lain.

HUANG ZI TAO


2 May 1993. Dia artis Korea pertama yang aku tulis namanya di blogku secara khusus *Tjiyeee

 
 
Biasa dipanggil Tao. Punya keahlian wushu yang dia pamerkan di teaser EXO beberapa waktu lalu. Seorang pria “aegyo” yang penakut. Aku gak pernah bosan nonton EXO Showtime Eps. 10 karena di situ Tao teriak-teriak heboh dengan bahasa Korea “ajaib”nya hahaha Bahkan dia menyelipkan bahasa Mandarin saking takutnya.

Merupakan maknae di EXO-M. Menurutku, tingkahnya Tao lebih kekanakan dibandingkan Sehun yang merupakan maknae di EXO-K dan EXO.

Tao merupakan member kedua di EXO yang bisa kukenali wajahnya setelah nonton beberapa video EXO di laptop (yang pertama kali bisa kukenali itu Kai). Selain karena rambut hitamnya, kantung matanya juga merupakan pembeda dia dengan member lainnya.

Walau bahasa Korea Tao masih belepotan, tapi justru itu yang paling aku suka. Karena Baekhyun suka mengulang logat dan gaya bicara Tao, jadinya lucu >.<

Rabu, 12 Februari 2014

Berubah



Dia berubah. Tidak seperti sebelumnya. Entah apa yang membuatnya begitu. Lucunya, aku juga tidak punya niatan untuk mencari tahu alasannya. Aku hanya berpikir bahwa itu semua hanyalah kecelakaan yang disengaja olehnya dan telah diluruskan olehnya sendiri. Jadi, apapun yang saat ini tengah aku rasakan dan dia rasakan, cukup kami berdualah yang tahu. Toh, tidak akan menguntungkan dan merugikan orang lain jika hal ini kami rahasiakan berdua. Walau tidak sedikit orang sudah tahu perasaanku padanya (dulu), hingga tidak sedikit pula dari mereka tidak percaya bahwa rasa itu kini telah memudar.

Jika memang hal ini yang benar menurutnya, aku hanya mengikuti alur permainannya saja. Jika dia mendekat maka aku akan membuka sedikit pintu ini, tapi jika dia bergerak menjauh maka aku pula akan menutup seutuhnya pintu ini. Intinya, aku tidak akan memberikan kesempatan kedua untuknya. Jadi, putuskan dengan benar semua hal yang akan kau lakukan padaku. Jangan sampai ada kata penyesalan yang meluncur. Selagi aku masih menyimpan sedikit rasa itu. Jika benar rasa itu sudah memudar sepenuhnya dari hati rapuh ini, walau kau memelas sekali pun, tak akan pernah kuberi kau kesempatan kedua.

Biarlah semua hal yang telah kita lalui beberapa waktu lalu menjadi kenangan indah untuk kita berdua yang tidak akan pernah kita ungkit lagi kelak. Karena itu semua hanya akan menyakiti kita berdua.

Tenang saja karena kita akan tetap berteman seperti yang kau minta padaku kemarin. Tidak akan ada yang berubah kecuali hatiku yang akan kembali membeku seperti sebelum kau datang dan menghangatkan hati kosong ini.