Sabtu, 26 Oktober 2013

The Truth about Forever "Orizuka" - ODHA



            HIV/AIDS. Aku gak pernah benar-benar memikirkan tentang penyakit mematikan ini sebelumnya. Aku hanya tau kalau penyakit ini disebabkan oleh virus, menular, dan incurable. Hanya dapat diperlambat perkembangannya, tapi tidak benar-benar bisa disembuhkan. Yah, pengetahuanku tentang penyakit satu ini memang masih sangat minim. Sebatas itu saja.

Entah kenapa saat ini aku sangat tertarik mencari info lebih lanjut perihal HIV/AIDS. Mungkin karena aku baru saja membaca sebuah novel karya Orizuka, The Truth about Forever.

Novel tersebut mengisahkan tentang seorang remaja yang menderita HIV. Akibat penyakit terkutuk itu hidupnya hancur berantakan. Keluarga, teman, kekasih, bahkan cita-citanya pergi meninggalkannya. Dia menjadi orang yang kesepian dan penuh dendam.

Setelah selesai membaca novel tersebut, hatiku tergerak kepada mereka, penderita HIV/AIDS. Mungkin ada yang mendapat virus tersebut karena ulah mereka sendiri, tapi ada juga yang mendapat virus tersebut karena ulah iseng dan tidak bertanggung jawab orang lain. Seperti yang terjadi pada Yogas, tokoh di The Truth about Forever.

Miris membayangkan hidup seorang anak manusia hancur lebur tak bersisa hanya karena sebuah jarum suntik bekas. Kenikmatan dan kebahagiaan yang didapat tidak akan bertahan lama. Percayalah kalau memakai narkoba hanyalah tindakan bodoh dan tidak bertanggung jawab yang akan membawa penderitaan pada diri sendiri. Jangan jadikan benda-benda haram itu sebagai pelarian kalian! Masih banyak orang di luar sana yang peduli dan percaya pada kalian. Mungkin caranya saja yang tidak terlihat oleh kalian.

Untuk sembuh dari ketergantungan narkoba juga susah. Karena kalau sudah kecanduan maka dibutuhkan usaha dan tekad yang kuat untuk tidak kembali lagi pada barang haram tersebut. Belum lagi bisa saja kalian akan terus dikejar oleh pengedar atau penjual narkoba untuk dimanfaatkan. Aku mengatakan ini bukan tanpa alasan. Aku pernah membaca novel yang mengisahkan tentang seseorang yang ingin berhenti memakai narkoba. Kendala yang dihadapinya untuk terbebas sangat banyak. Mulai dari dirinya sendiri yang masih sering memikirkan tentang barang haram tersebut, dari lingkungan sekitarnya yang sudah tidak percaya lagi padanya, dan juga dari pengedar narkoba di mana dia biasa membeli barang haram tersebut. Dia dimanfaatkan untuk menjual kembali barang-barang haram tersebut, kalau tidak dia akan dilaporkan pada polisi.

Terlihat jelas kalau kita sudah terjerembab ke dunia hitam itu maka akan susah untuk kita kembali. Jadi, sebelum terjerumus lebih baik kita menjauhinya lebih dulu. Menurutku, itu adalah pilihan yang benar dan bijak.

Sayangi dirimu sendiri karena organ dan anggota tubuh yang diberikan Allah SWT padamu saat ini tidak ternilai harganya. Tidak percaya? Ada seorang Bapak yang pernah bertanya, “Kamu mau menukar kedua tanganmu dengan uang Rp 1 Milyar? Atau menukar kedua matamu dengan sebuah rumah mewah, sebuah mobil sport keluaran terbaru, gadget lengkap, dan barang mewah lainnya?” Tentu kalian akan menjawab tidak. Karena dengan apa yang sudah kalian miliki sekarang, kalian bisa mendapat lebih dari uang Rp 1 Milyar atau pun barang-barang mewah.

Ingat juga kalau biaya pengobatan itu mahal harganya. Cuci darah, transplantasi, dan hal lainnya. Maka sayangi diri kalian. Bersyukurlah dengan apa yang sudah kalian miliki sekarang. Tiada manusia yang lebih beruntung daripada bersyukur pada Tuhannya.