Kamis, 21 Mei 2015

Bagiku, Dia adalah Hujan



Hujan kerap menggodaku dengan beribu cara tak terduga yang mampu membuat degup jantungku berdetak kencang. Di sisi lain dia mampu pula untuk membuatku merasa diriku terlalu payah karena gagal menaklukkannya. Terlalu banyak persepsi dan dugaan yang bersemayam di pikiranku dan mereka tentangnya. Tidak ada yang tahu pasti apa yang ada dalam pikirannya, bagaimana kinerja otaknya bekerja, karena semuanya misteri.
Terkadang dia bertingkah konyol yang mampu membuat siapa saja tertawa, namun terkadang pula dia bertingkah sangat menyebalkan yang mampu membuat siapa saja geram dan emosi, namun itulah hujan. Satu saat dia mampu membuat orang-orang tertawa karena air dinginnya jatuh membasuh muka bumi yang telah gosong dibakar matahari, namun satu saat pula dia mampu membuat orang-orang kesal karena air dinginnya membuat basah baju yang telah kering dijemur matahari.
Bagiku dirinya seperti hujan, yang selalu mampu membuatku tersenyum walau harus basah karenanya.