Minggu, 03 Mei 2015

Hujan Kembali Menyapa



                Antara percaya dan tidak percaya, apakah hujan hanya menganggap semua ini hanya sebuah permainan? Apakah bagi hujan dengan mempermainkan si tanah kering akan membuatnya bahagia? Lantas apa maksud dari semua ini?
                Hujan kembali mendatangi si tanah kering, bahkan dengan membabi buta. Hujan terus menerus membasahi luka hati si tanah kering hingga hampir sembuh betul lukanya walau si tanah kering tetap bersikeras untuk menutup hatinya untuk si hujan, mengingat hujan pernah meninggalkannya dahulu.
                Hujan kembali memberikan sebuah pengharapan indah bagi si tanah kering yang sudah lama sendiri hingga kebas hatinya bahkan lupa bagaimana caranya mencintai. Hujan kembali membisikkan arti dari kata sakral itu, cinta.
Walau sampai detik ini pun, hujan sendiri masih meragu akan hatinya terhadap si tanah kering. Hujan berpikir bahwa si tanah kering cukup lucu bagi dirinya, cukup meyakinkan bagi dirinya namun tanah kering masih belum memenuhi kriteria sempurna bagi hujan.
                Namun andai semua ini hanya mimpi, pantaskah hujan memperlakukan si tanah kering sesuka hatinya seperti sekarang? Walau ini hanya sekedar mimpi, namun hujan tidak boleh melakukannya karena hati si tanah kering terlalu sering terluka. Apakah tidak ada pengampunan bagi si tanah kering?