Minggu, 20 September 2015

I'll continue my life from now on and left you behind



                Aku hanya mampu memerhatikannya dari kejauhan, napasku memburu, sesak kurasakan di hati. Apa yang membuatnya setega itu padaku? Sesuka hatinya memasuki duniaku dan sesuka hatinya pula pergi dari sisiku. Seperti itu terus, berulang-ulang selama hampir 3 tahun.
                Aku tahu aku bodoh jika masih mengharapkannya, lagipula mengharapkan apa? Bahagia bersamanya? Omong kosong! Dia tak akan pernah bisa kugapai, seperti pungguk merindukan bulan oi.
                 Mengharapkan kebahagiaannya bersama orang lain pun itu hal omong kosong bagiku. Tidak mungkin aku mengharapkannya bahagia jika bersama orang lain. Cinta itu adalah melepaskan adalah kata-kata paling tidak masuk akal yang pernah kudengar. Bukankah jika kau benar mencintainya maka kau harus memperjuangkannya?
                Ya sudahlah, aku akan (kembali) mencoba untuk mengikhlaskannya, merelakannya pergi bersama semua ambisinya. Membiarkannya berlaku sesukanya tanpa harus terlalu memainkan perasaanku. LOGIKA! Ya, semua harus serba logika sekarang. OTAK! Ya, semua harus menggunakan otak sekarang. Rasanya menggunakan hati tidak akan berguna lagi.
                Pada akhirnya aku juga akan mengucapkan CONGRATULATIONS padamu, bukan? Congratulations karena kau telah berhasil membuatku bodoh selama ini. Namun, pada akhirnya pula aku akan pergi dari hidupmu, seperti embun yang akan kembali menguap menjadi titik-titik awan di langit sana. Mengamatimu dari kejauhan namun aku jamin aku akan berada jauh di atasmu. Biar rasa ini menjadi dendamku untuk menjadi lebih sukses darimu.
                So, i will continue my life from now on and left you behind.
            Waktu kuliah telah selesai, kuambil tasku dan beranjak pergi dari sana. Meninggalkannya yang sedang tertawa bersama teman-temannya. Aku tidak peduli.
BGM     : Congratulations – Day6