Selasa, 11 Maret 2014

First of



Terserahlah. Aku bosan terus berandai-andai dan berteman dengan ketidakpastian. Walau mereka terus mencekokiku dengan berita dan cerita bahagia, tapi aku tidak tahu apakah semuanya itu “realita” atau hanya “cerita dongeng” belaka.

Andai aku memiliki kekuatan supranatural yang mampu untuk membaca pikiran seseorang, maka sudah kupastikan aku akan menelanjangi setiap sudut pikiranmu.

Sedikit sekali bukti nyata yang kumiliki tentangmu. Semua informasi serba terbatas.

Hari ini aku dipergoki olehnya. Tanpa sadar aku terpaku saat menatap wajahmu dari sisi kiri. Entah apa yang kupikirkan hingga tanpa sadar mataku terkunci di titik itu. Padahal objek yang kulihat tidak merespon bahkan sadar pun tidak atau yang lebih miris, peduli pun tidak.

Dia juga bilang bahwa ada sesuatu yang berbeda ketika aku menatapmu. Bahkan dia yang bukan siapa-siapa saja menyadarinya, tapi mengapa kau tidak? Batu kah hatimu?

Sedihnya kau memperlakukan semua wanita sama. Itu sama saja dengan kau memberikan kesempatan dan menjual janji yang sama. Murahan kah?

Bagaimana dengan akting tidak peduliku? Berhasil kah membuatmu tergugu? Adakah rasa penasaran barang sedikit pun di benakmu tentangku? Atau setidaknya, apakah kau merasa ada perubahan dari sifatku?

Entah apa lagi yang akan kita hadapi esok. Semuanya masih menjadi misteri.