Jumat, 14 Maret 2014

Suddenly, Feeling Blue



Tiba-tiba aku merasa sedih udah ninggalin lembaga pers itu :”) Yah, walau resminya aku dikeluarkan, tapi nyatanya aku “sengaja” untuk dikeluarkan. Aku gak sanggup kalau sampai harus menyatakan keluar, jadi aku lebih memilih untuk dikeluarkan. Walau kesannya aku gak mampu bertahan atau level aku gak bisa menyamai mereka, tapi yah gak apa. Aku merasa punya alasan yang cukup kuat untuk itu.

Sedihnya adalah padahal waktu yang aku butuhkan untuk menjadi bagian dari mereka tinggal sedikit lagi, tapi entah kenapa egoku mengatakan aku harus keluar. Entahlah aku gak ngerti.

Jujur aku sempat ngerasa passion dan skill yang aku punya gak cocok sama mereka, karena aku lebih ke fiksi dan mereka adalah lembaga pers. Gak mungkin ada fiksi!

Walau aku cukup sering merasa gak cocok, tapi ilmu yang aku dapatkan dari mereka sangat banyak! Dan itu membuat ketagihan. Ya, ilmu yang mereka bagikan ke kita (anak magang) kemaren itu gak ada yang setengah-setengah. Semua seniornya totalitas, bahkan mereka yang mencekoki kita. Bukannya kita yang excited ahaha .-.

Mungkin aku juga merasa gak nyaman dengan teman-teman seangkatanku di sana. Karena realitanya mereka adalah hoobaeku, jadinya mungkin itu juga yang mereka rasakan. Sama-sama segan atau apalah istilahnya.

Tapi ya itu kembali lagi ke kitanya. Harusnya aku gak perlu mikirin hal-hal yang gak perlu. Aku cukup ingat niat awal daftar dan jalani semua prosesnya. Seharusnya aku seperti itu. Seharusnya aku bisa bersikap dewasa! Untuk apa mikirin hal-hal yang gak perlu? Tapi ya udahlah, toh sekarang aku juga udah jadi reporter Maroon. Aku udah punya tanggung jawab yang lebih berat.

Sejak jadi reporter Maroon juga aku udah punya beberapa pengalaman luar biasa, seperti ngewawancarain Pak Yusman (Dekan FEM) dan Lici (finalis Miss Indonesia). Yah, walau untuk sementara masih itu, tapi aku yakin akan banyak lagi pengalaman luar biasa yang bakal aku alami.

Kedua tokoh itu adalah awal, karena hasil wawancara beliau adalah untuk exsum. Belum isi majalahnya, bisa dibayangkan betapa masih panjangnya perjalananku?

Yah, walau pengalaman beberapa bulan jadi anak magang di lembaga pers itu juga gak kalah luar biasanya :”)