Sabtu, 07 September 2013

Bogor, 8 September 2013



            Aku bersikap dingin padanya. Jujur, aku masih sakit hati karena merasa sudah diberlakukan dengan tidak adil. Mengapa sepertinya aku terlalu digampangkan? “Gampang kok minta tolong sama Mala, selow aja. Mala pasti mau kok dimintai tolong. Pinjem punya mala ajalah, gak ribet. Bla-bla-bla.” Apa kalimat-kalimat di atas yang sering terlintas di pikirannya hingga dia berlaku seperti ini?

            Aku bukan orang yang mudah untuk dekat dengan seseorang. Aku membutuhkan waktu dan usaha yang lebih dibandingkan orang-orang pada umumnya. Jadi, jangan membuatku menjauhimu ketika aku sudah merasa nyaman dan dekat denganmu. Karena belum tentu aku bisa bersikap sama seperti pertama kali aku mengenalmu. Aku bukanlah orang yang mudah.

            Aku tahu bukan hanya kau yang sering minta tolong. Karena aku juga sering minta tolong padamu, hanya saja aku menggunakan kata-kata sopan. Aku masih tahu tata krama, walau kita sudah sedekat apapun. Mungkin gaya bertemanmu berbeda denganku, tapi tidak bisakah kau bersikap seperti itu ketika bersamaku?

            Sekarang kau pergi, mungkin kau merasa tidak nyaman dengan sikap diamku. Siapa pun tak akan tahan jika sudah kudiamkan. Bukan, bukan aku sombong, tapi itulah kenyataannya. Karena biasanya aku akan sangat cerewet dan menyebalkan ketika bersamamu, tapi sekarang malah bungkam seribu bahasa. Aku bukannya tidak mau berbicara padamu, hanya masih butuh waktu untuk menekan amarah dan memperbaiki diriku. Mungkin aku yang selama ini salah memberikan pengertian padamu atau justru aku yang lebih dulu bersikap menyebalkan. Entahlah, lebih baik kita sama-sama introspeksi diri saja agar ke depannya lebih baik.

            Maaf jika aku bukanlah teman yang baik untukmu dan maaf andai aku tidak bisa lagi bersikap seperti yang dulu. Karena kejadian semalam itu sudah keterlaluan menurutku.