Senin, 06 Mei 2013

Do I Love You, Really ?


            Mungkin ekspektasiku yang terlalu tinggi atau harapanku yang terlalu besar, aku tak tahu. Yang aku tahu semuanya itu terasa seperti mimpi. Setiap moment bersamamu yang kulalui beberapa hari lalu itu cukup membuatku bahagia (walau sementara). Mulai dari jalan berdua tepat di malam minggu (yah walau sebenarnya sedang dalam misi), ngobrol yang gak ada habisnya (maksudnya topik), kamu beliin aku minuman (aku yang minta beliin sih hehe..), dan lain-lain. Singkat, tapi padat. Sebentar, tapi aku bahagia. Kalau katanya Melinda, Cinta Satu Malam, nah kalau aku, Cinta Satu Hari (hahaha). Iya soalnya malam minggu dan minggu siang.

            Gak tahu kenapa nyaman banget dekat dia, tapi aku gak mau terlalu mudah jatuh karena akan sakit nantinya ketika harus bangkit lagi. Butuh proses yang panjang dan cukup lama untuk bisa memulihkan hati yang sudah rusak. Akan membutuhkan energi yang sangat besar untuk membuat jantung ini berdetak lagi untuk seseorang ketika dia sudah berhenti berdetak karena orang lain.

            Kejadian ini mengubahku menjadi seorang pujangga. Bukti realnya dari beberapa tweetku hari ini, yaitu:

            My mistake for thinking I’m the one :’)

            I love that night, really :*

            I can’t fall for you! It’s too early and It’s too ridiculous :’)

            Stuck in the moment :))

            Mungkin aku yang terlalu terbawa perasaan atau kamunya yang gak peka?

            Mungkin malam itu gak berarti apa-apa di kamunya, tapi itu berarti banget buat aku :’)

            Jangan melihatku kalau rasa itu tak pernah ada :’)

            Hari ini berjalan seperti biasa, kita bertingkah layaknya orang asing yang tak saling mengenal. Hanya saja ada bedanya kali ini, aku jadi suka memperhatikan kamu. Aku gak tahu apa kamu juga suka memperhatikan aku?