Jumat, 26 April 2013

My Obsession


Kegilaanku akan membaca sempat terhenti sejak aku menginjakkan kaki di kelas 2 SMA. Aku lupa tepatnya mengapa kebiasaanku membaca berhenti begitu saja. Yang pasti saat ini, aku seperti orang gila menghunting novel ke mana-mana. Bahkan saat ini aku sedang mengejar 7 novel sekaligus. Apa yang merasukiku hingga segila ini? Aku tidak tahu.

Ke-7 novel yang saat ini sedang kuincar adalah:
1. Analogi Cinta Sendiri (Oka)
2. A Very Yuppy Wedding (Ika Natassa)
3. Divortiare (Ika Natassa)
4. Antologi Rasa (Ika Natassa)
5. Twivortaire (Ika Natassa)
6. Raksasa dari Jogja (Dwitasari)
7. Cerita Cinta Kota (Dwitasari dkk.)


          Satu hal yang menghalangiku untuk membeli semua novel yang kuinginkan, biaya. Iya. Baru saja aku membeli sebuah novel hari ini, novel karangan Ustadz Felix Siauw yang berjudul “Udah Putusin Aja!” Novel yang memang sudah kuincar sejak beberapa minggu lalu. Seandainya aku sedang berada di Medan, tentu saja akan sangat mudah bagiku untuk mendapatkan semua targetan novel yang kuinginkan. Sayangnya waktu dan sikon tidak berpihak padaku. Saat ini aku sedang berada di kota hujan, Bogor, menuntut ilmu di kampus yang cukup bergengsi di Indonesia, Institut Pertanian Bogor.

          Begitu kuat keinginanku untuk dapat membeli ke-7 novel tersebut, tapi tidak ada yang bisa kulakukan. Kecuali bersabar, menunggu tabunganku mencukupi atau bahkan menunggu hingga aku pulang ke Medan. Seorang mahasiswi dan juga anak rantauan sepertiku sangat rentan jika menyangkut masalah biaya. Banyak keperluan yang kubutuhkan, mulai dari hal kecil hingga besar. Mulai dari makan, pulsa, keperluan kuliah, hingga budget untuk have fun.

          Saat ini, aku ingin membalas dendam untuk hobi membacaku yang sempat terhenti beberapa tahun belakangan. Aku sudah sangat ketinggalan informasi perihal novel best-seller. Padahal dulu saat aku masuk ke sebuah toko buku, rasanya hampir semua novel di sana sudah pernah kubaca. Akan tetapi, sekarang, saat aku masuk ke sebuah toko buku, aku bisa saja tersesat. Maaf, aku sedikit bermajas hiperbola.

          Lihat saja, entah sampai kapan aku harus bersabar dan menunggu untuk bisa memiliki ke-7 novel itu. Setidaknya, saat ini keinginanku untuk terus membaca dan menulis terus membara, tak teredamkan.

Bogor, 26 April 2013