Jumat, 26 April 2013

Tersesat di Jalan yang Benar


Sebenarnya masuk ke Jurusan Ekonomi itu tidak pernah terlintas di benakku. Menyukainya pun tidak. Sejak SMP aku sudah anti saat mendengar kata ekonomi. Lebih parahnya lagi saat aku berada di kelas 10. Aku bahkan sudah lupa nama guru ekonomiku, sebagai informasi saja beliau sudah kembali pada-Nya. Entah beliau yang terlalu jenius saat mengajar atau aku yang terlalu bodoh untuk bisa memahami pelajarannya, aku tidak tahu. Yang pasti aku tidak pernah mengerti apa yang dikatakannya.

          Ada satu kejadian yang membuatku semakin tidak menyukai Ekonomi bahkan juga gurunya. Gaya guruku saat mengajar sedikit melambai, mungkin itu yang membuat teman-temanku menganggap remeh beliau. Sehingga saat beliau mengajar, anak cowok yang duduk di belakang tidak memperhatikan dan hanya mengobrol dari awal masuk. Beliau sepertinya jengah hingga dia melempar spidol yang sedang digenggamnya ke arah belakang. Sayangnya, beliau tidak mempunyai bakat dalam hal lempar-melempar. Aku yang kebetulan duduk di arah jalur lemparan beliau menjadi korban. Saat itu tanganku yang sedang menopang kepalaku terkena lemparan spidolnya. Refleks aku teriak, selain karena sakit, aku juga shock. Tahu apa yang dilakukan beliau? Beliau hanya diam saja dan sepertinya pura-pura tidak tahu. Aku semakin kesal dan geram di situ, tapi apa boleh buat. Murid tak punya kuasa dihadapan seorang guru. Itulah beberapa alasanku mengapa tidak menyukai ekonomi.

          Mengapa aku bisa masuk Departemen Ekonomi Sumber daya dan Lingkungan? Papa. Iya, papalah alasan mengapa aku berada di sini sekarang. Beliau yang memilihkan jurusan ini untukku. Saat aku sedang bingung hendak memilih jurusan apa, papa memberiku beberapa pilihan dan termasuk ESL. Sebenarnya, pilihan pertamaku jatuh pada Ilmu Gizi dan yang kedua Agribisnis. Sayangnya, kedua pilihanku itu terlalu banyak peminatnya, sedangkan kuotanya hanya sedikit. Papa bilang aku bunuh diri jika tetap keukeuh mengambil kedua departemen itu. Akhirnya, aku mengalah dan memilih Agribisnis sebagai pilihan pertama dan ESL sebagai pilihan kedua.

       TARA..!!

          Sepertinya aku benar-benar berjodoh atau malah kena karma? Entahlah, yang pasti saat ini aku sedang belajar untuk menyukai ekonomi karena ternyata aku lulus dipilihan kedua. ESL (Ekonomi Sumber daya dan Lingkungan). Prodi baru yang aku sama sekali buta tentangnya. Selain karena hanya ada di IPB, prodi ini juga baru saja dibentuk, yaitu pada tahun 2006. Bahkan ada juga kakak-kakak senior (dari fakultas berbeda) yang tidak tahu kepanjangan ESL. Agak kesal memang karena prodiku tidak begitu dikenal, tapi tak apa karena walau termasuk baru prodiku sudah berakreditasi A dan tahun lalu wisudawan cumlaude kebanggaan fakultasku berasal dari ESL. Prestasi yang cukup membanggakan bukan? Tak perlu waktu lama bagi prodiku untuk mendapat beberapa prestasi membanggakan itu.

          Hem, terkesan sombong? Aku tidak bermaksud. Aku hanya ingin mempromosikan prodiku karena menurutku tahun ini peminatnya masih sedikit. Lagian tidak ada yang dirugikan, kan?

          Hingga akhirnya, aku merasa aku tersesat di jalan yang benar, begitu istilah yang sering dipakai di sini. Mengapa? Karena aku punya teman-teman sedepartemen yang menyenangkan dan juga dosen-dosen yang santai. Itu kata seniorku sih, aku tidak tahu pasti karena aku masih berada di TPB sekarang. Masih dicampur dengan departemen lain walau masih satu fakultas. Juga tak lupa, kalau fakultas kami tidak ada praktikumnya, jadi tidak perlu repot-repot buat laporan atau pun raker setiap malam (haha maaf yaa teman-teman non fem dan fema [ex: gizi]).

          Intinya, sukailah semua pelajaran bahkan gurunya juga, jika tidak ingin mengalami kejadian yang sama sepertiku. Tersesat di jalan yang benar atau kena karma? Beda tipislah.