Selasa, 30 April 2013

My Little Note for You


Katanya cinta itu murni? Katanya cinta itu suci?

Hah, semua itu kan katanya. Tidak ada yang benar-benar tahu bagaimana cinta itu sebenarnya. Beberapa waktu lalu, aku baca di sebuah socmed yang sedang digandrungi oleh para remaja sekarang, tulisannya seperti ini:

Do you know 1400 years ago somebody loved you? You weren’t even born yet. He cried for you, asking Allah for your forgiveness. He wanted nothing less then Jannah for you. He had wives, children, friends and family who adored him, but it was your name he kept repeating, “Ya Ummati Ya Ummati” the definition of true love, our beloved Nabi Sallallahu alayhi wasallam

Menurutku, itulah cinta yang sesungguhnya. Bahkan disaat terakhir beliau, nama kitalah yang terus disebutnya. Akan tetapi, pernahkah kita ingat padanya barang sejenak? Entahlah, kalian bisa menjawabnya sendiri.

Aku heran dengan remaja zaman sekarang. Mereka dengan mudahnya bilang cinta, sayang, suka, sehingga terkesan mengobral. Sampai-sampai anak SD pun sudah mulai berpacaran. Halooo?? Bahkan aku yang sudah kuliah saja masih jomblo. Setahuku berpacaran itu dilarang agama. Haram hukumnya, teman. Apapun alasan kalian! Kalau mau lebih jelasnya, silahkan baca novel karangan Ustadz Felix Siauw yang “Udah Putusin Aja!”.

Pacaran itu banyak mudaratnya kalauku bilang. Buktinya, temanku pernah kabur dari asrama karena diputusin pacarnya. Temanku ada yang sampai menggores tangannya dengan jangka karena dicuekin pacarnya. Temanku ada yang nangis berhari-hari dan tidak mau makan karena ternyata pacarnya selingkuh, dan bla-bla-bla-bla.. Terlalu banyak kejadian mengenaskan yang terjadi akibat berpacaran.

Saat ini juga gitu, ada temanku yang selalu ngetweet galau hingga memenuhi isi timelineku hampir setiap hari. Aku bosan! Bukan berarti aku tidak setia kawan, aku hanya merasa dia bodoh. Mau saja diperbudak dan diperbodoh cinta -_- Sudah tahu kalau berpacaran itu akan menyebabkan banyak efek samping, seperti galau, patah hati, insomnia, tidak selera makan, malas belajar, ngabisin uang saku, dkk., tapi tetap saja berpacaran. Idih, itu bego atau oon sih?

Sudahlah, mending laksanakan dulu deh kewajiban kita sebagai seorang pelajar. Belajar yang benar, setelah lulus cari pekerjaan yang baik, dan pantaskan diri kita untuk dipilih dan memiliki jodoh yang juga baik (kata Pak Mario Teguh). Maksudnya, kalau kita ingin jodoh kita nantinya baik maka kita juga harus menjadi baik. Agar semuanya seimbang atau istilah kerennya tawazzun hehe..

Aku juga pernah mendengar bahwa cowok itu memilih cewek seksi atau yang menggoda untuk dijadikan pacar, tapi tetap saja ujung-ujungnya yang dijadikannya istri adalah wanita muslimah alias yang berhijab. Terlihat jelas di sini siapa yang dirugikan, wanita? Iya.

          Pernah ada pertanyaan begini, jika ada dua buah permen, yang satu bungkusnya dibuka dan satu lagi dibiarkan tertutup. Lalu keduanya dijatuhkan di atas pasir, maka permen mana yang kau pilih? Secara otomatis kau akan memilih permen yang masih terbalut bungkusnya, bukan? Nah, seperti itulah wanita yang berhijab. Tertutup bungkus alias hijabnya itu. Jadi, jangan malu, takut, ataupun ragu dalam berhijab. Lagian menutup aurat itu hukumnya wajib bagi seorang wanita muslim.

Tutup auratmu karena selangkah seorang anak gadis keluar dari rumah tanpa menutup aurat, maka selangkah pula ayahnya menuju api neraka. Kau mau ayahmu terjerumus ke api neraka hanya karena kau tidak mau menutup auratmu?

Aku menulis ini bukan berarti aku sudah benar dalam segala hal. Aku hanya ingin sharing tentang apa yang aku tahu. Aku melakukan ini juga hanya karena ingin mencari ridho Allah.

Sekian dariku untuk malam ini, Wassalamualaikum.